Contoh Laporan Keuangan Sederhana Untuk Individu

contoh laporan keuangan sederhana
image source : bing.com

Salam pembaca setia, dalam kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang contoh laporan keuangan sederhana. Sebagai seorang pengusaha atau pebisnis, memiliki laporan keuangan yang akurat dan teratur sangatlah penting. Laporan keuangan akan memberikan gambaran tentang kondisi keuangan bisnis kita. Oleh karena itu, kita harus membuat laporan keuangan yang baik dan benar.

Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan, kita harus mengenalkan perusahaan atau bisnis kita. Hal ini bertujuan agar pembaca atau pihak yang membaca laporan keuangan kita bisa mengerti tentang bisnis atau perusahaan kita. Contoh pengenalan perusahaan:

Perusahaan XYZ bergerak di bidang jasa konsultan IT. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 dan berkantor pusat di Jakarta. Saat ini perusahaan XYZ memiliki 20 karyawan dan telah melayani lebih dari 50 klien.

Neraca

Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. Neraca terdiri dari dua bagian yaitu aset dan liabilitas. Contoh neraca:

Aset

Kas dan bank: Rp 50.000.000

Piutang usaha: Rp 100.000.000

Inventaris: Rp 150.000.000

Liabilitas

Hutang usaha: Rp 75.000.000

Hutang pajak: Rp 25.000.000

Total liabilitas: Rp 100.000.000

Laba Rugi

Laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan biaya suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. Laba rugi terdiri dari pendapatan, biaya, dan laba atau rugi. Contoh laba rugi:

Pendapatan

Pendapatan usaha: Rp 500.000.000

Biaya

Biaya operasional: Rp 400.000.000

Biaya gaji: Rp 50.000.000

Biaya pajak: Rp 25.000.000

Total biaya: Rp 475.000.000

Laba

Pendapatan – biaya = laba

Rp 500.000.000 – Rp 475.000.000 = Rp 25.000.000

Arus Kas

Arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan arus masuk dan keluar kas suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. Arus kas terdiri dari tiga bagian yaitu arus kas dari aktivitas operasional, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan. Contoh arus kas:

Read More :   Gaji Operator Excavator, Tiap PT beda

Arus kas dari aktivitas operasional

Pendapatan usaha: Rp 500.000.000

Biaya operasional: Rp 400.000.000

Arus kas dari aktivitas operasional: Rp 100.000.000

Arus kas dari aktivitas investasi

Pembelian inventaris: Rp 50.000.000

Arus kas dari aktivitas investasi: -Rp 50.000.000

Arus kas dari aktivitas pendanaan

Pinjaman bank: Rp 75.000.000

Arus kas dari aktivitas pendanaan: Rp 75.000.000

Kesimpulan

Dari contoh laporan keuangan sederhana di atas, kita dapat mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu. Dalam membuat laporan keuangan, kita harus memperhatikan ketelitian dan keakuratan agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat dipercaya dan berguna bagi perusahaan. Semoga contoh laporan keuangan sederhana ini dapat membantu Anda dalam membuat laporan keuangan perusahaan atau bisnis Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *